EVERY FIRST IS DIFFICULT (And This is My First)

Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, artinya adalah “setiap permulaan itu sulit”. Yups, yang namanya percobaan pertama, langkah pertama, pengalaman pertama, pastilah banyak hal yang membuat kita down. “Wah, ternyata sulit sekali untuk mewujudkannya!”. Sering kita terjebak dalam first try, dan setelah mengalami sulitnya percobaan pertama, kita mulai berpikir untuk menyerah saja. Banyak dari kita, yang tidak punya cukup tekad untuk mewujudkan mimpinya, berhenti di tengah jalan sebelum menyelesaikan langkah pertamanya. Every first is difficult.

Bayangkan saja seorang bayi yang baru pertama kali belajar berjalan. Sering kali dia mencoba, dan sering kali dia jatuh. Dia harus memikirkan bagaimana menyeimbangkan tubuhnya. Dia juga harus memikirkan bagaimana caranya mengangkat kaki, satu per satu, dengan tetap menjaga keseimbangan tubuhnya. Lalu, dia harus memikirkan bagaimana mendaratkan kaki-kakinyanya dengan benar. Jika tidak, dia akan tersandung dan jatuh tersungkur. Nah, bandingkan dengan kita yang sudah bertahun-tahun melakukan kegiatan berjalan. Bahkan kita tidak usah pakai mikir untuk melakukannya! Seolah-olah itu semua otomatis dilakukan tubuh kita saat kita menginginkan dia untuk berjalan.

Dalam kasus tersebut, bayi yang polos itu mencoba “menginstall” kemampuan baru dalam dirinya, yaitu berjalan, yang mana sebelumnya dia sama sekali belum pernah melakukannya. Proses instalasi ini berlangsung lama karena tubuhnya belum pernah kenal yang namanya berjalan. Tubuhnya masih belum tau koordinasi dan kombinasi yang tepat untuk melakukan aktivitas berjalan tersebut. Dia masih kebingungan untuk menyeimbangkan badan, mengangkat kaki, dan mendaratkannya dengan baik. 

Makin lama dia mencoba, kemampuan berjalan tersebut makin terupgrade, makin terasah. Tubuhnya sudah hafal apa yang harus dilakukan untuk berjalan. Dia tidak perlu lagi berhenti sejenak untuk berpikir bagaimana caranya menyeimbangkan badan, mengangkat kaki, lalu mendaratkannya. Tubuhnya sudah terbiasa dengan itu semua. Sudah banyak percobaan yang dia lakukan dalam menyeimbangkan badan, mengangkat kaki, dan mendaratkannya. Dengan banyak-banyak mencoba, dia akhirnya mengetahui macam-macam pola dalam berjalan. Pola mana yang menyebabkannya terjatuh, dan pola mana yang membuatnya berhasil. Pola mana yang membuatnya berbelok ke kiri, ke kanan, maju, mundur, dan sebagainya. Sudah banyak pola yang ada dalam otaknya. Dengan itu, dia bisa berjalan dengan baik, dan menghindarkan diri dari terjatuh.

Ini semua dia dapatkan setelah melalui proses mencoba yang sangat panjang. Yang dibutuhkan adalah konsistensi. Seorang bayi, sangat mengagumkan, dia punya tekad kuat untuk tetap belajar berjalan. Sesulit apapun rintangan yang dilaluinya, dia tetap tersenyum dan tertawa. Dia akan terus mencoba, walaupun dia terjatuh dan terjatuh lagi. Tidak ada kata menyerah dalam dirinya. Ini adalah sebuah proses yang panjang, yang membutuhkan konsistensi luar biasa untuk bisa menguasainya. Dan itu semua bisa dilakukan oleh seorang bayi kecil yang tidak tau apa-apa.

Yah, sekali lagi, every first is difficult. Jika kita menargetkan sesuatu, kita harus konsisten untuk mencapainya. Pasti awalnya akan sulit dilakukan. Banyak bayang-bayang kegagalan yang menghantui benak kita. Namun, kobarkan tekad! Jangan menyerah untuk terus mencoba! Bayangkan betapa bahagianya kita jika kita bisa meraih, mencapai, mewujudkan apa yang kita cita-citakan. Dan saat kita sudah mencapainya kelak, kita akan tersenyum mengingat proses panjang yang telah kita lakukan dengan penuh konsistensi, tekad, dan semangat, hingga kita bisa meraih mimpi kita.

Dan Allah juga berfirman di dalam Al-Qur’an: “Maka sesungguhnya, sesudah kesulitan itu, ada kemudahan. Dan sesungguhnya, sesudah kesulitan itu, ada kemudahan.” (QS Asy-Syarh ayat 5-6)

Jangan menyerah, kawan! Bayi saja tidak menyerah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJAN TAK BERHENTI

SIMFONI ANAK BAND