HUJAN TAK BERHENTI
Oleh: Unggul Widyanarko
Di Bulan Maret ini, hujan turun lagi
Membawa hawa dingin, menusuk sampai ke tulang
Membasahi wajahku yang sendu sejak tadi
Menyuburkan keresahan yang telah lama datang
Siapakah aku di tengah deras ini
Dari tadi ku berdiri, merenung dalam hati
Mengapa hujan turun, mengapa tak berhenti saja
Siapa pula yang butuh hujan, bikin kuyup saja!
Lalu ku diam, memejam mata, berpikir lama…
Semua yang tercipta, pasti ada tujuannya
Tuhan, Sang Pencipta, Maha Memperhitungkan
Dari ciptaan-Nya lah hendaknya, kita berzikir mengingat-Nya
Oh sang air hujan, betapa menakjubkannya
Rupa sejatinya dia, tetesan air saja
Namun lihatlah kepada bumi yang tak rata
Siapa lagi yang mengguratnya kalau bukan dia
Sedikit demi sedikit air hujan mengalir
Sedikit demi sedikit, tanah dan kerikil ikut mengalir
Lembah dan sungai, itulah karyanya
Menginspirasi akal-akal yang memikirkannya
Mataku semakin basah oleh air hujan
Pikirku semakin larut dalam perenungan
Tak henti-hentinya air hujan ajarkan
Tentang konsistensi, kebaikan, dan kebermanfaatan
(Dibuat sebagai bagian dari penugasan open recruitment Forum Lingkar Pena Yogyakarta 2020)

Komentar
Posting Komentar