SIMFONI ANAK BAND
Anak band. Banyak pemuda kita saat ini terjun ke dunia per-band-an. Mereka membuat band dengan teman-teman mereka masing-masing, maupun dengan mengadakan audisi untuk menjaring para personil terbaik. Motivasi mereka pun macam-macam. Ada yang cuma sekedar mengisi waktu luang, menyalurkan hobi, tugas sekolah, dan ada yang membuat grup band karena ingin terkenal.
Mereka bersatu dalam sebuah grup band dengan latar belakang yang berbeda-beda. Dengan perbedaan itulah, banyak band amatiran yang kesulitan untuk bersinergi. Mereka tidak bisa menjalin persatuan sesama anggota band. Mungkin karena mereka berbeda aliran musik, atau karena mereka punya visi yang berbeda-beda tentang grup band mereka. Akibatnya saat naik panggung, kelihatan jelas bahwa mereka main musik sendiri-sendiri, bukan sebagai sebuah band. Kacau!
Saya sering mendapati hal semacam ini, utamanya di kampung halaman saya nan jauh di sana. Para personil tidak saling melengkapi satu sama lain, namun malah mengutamakan permainan musiknya sendiri. Sang gitaris dan drummer bermain sekeras-kerasnya, unjuk gigi sendiri-sendiri, sampai-sampai suara dari sang vokalis tidak terdengar. Sang vokalis melantunkan lagu dengan nada dasar yang paling cocok dengan suaranya, tidak memperhatikan nada dasar sang gitaris, sehingga suara mereka tidak sinkron. Semua orang di situ ingin menonjol, tanpa memperhatikan musik mereka yang kacau balau.
Seharusnya setiap orang tahu porsinya masing-masing. Selanjutnya, setiap orang harus tahu kelebihan dan kekurangan setiap anggota. Mereka harus saling melengkapi satu sama lain. Jangan egois dan mementingkan kepentingan sendiri. Gitaris tidak boleh menenggelamkan suara vokalis. Dia harus memperhatikan saat-saat dimana dia harus keras atau lembut. Dan dalam lagu mereka, hendaknya disisipi solo guitar sehingga gitaris bisa unjuk gigi di bagian itu. Vokalis juga harus memperhatikan kunci lagu. Sebelum mereka main, hendaknya mereka menyamakan nada dasar sehingga cocok buat vokalis, dan cocok untuk gitaris.
Jika semua orang mengetahui bagiannya masing-masing, dan tidak ada keinginan untuk saling pamer diri, mereka akan bisa bermain sebagai sebuah grup band. Terciptalah simfoni anak band yang mempesona setiap telinga yang mendengar, dan setiap mata yang melihat. Sebagai satu kesatuan, mereka membawakan lagu dengan penuh semangat. Penonton akan merasakan semangat mereka dalam membawakan lagu. Perasaan mereka, sampai ke penonton. Bukankan itu esensi dari permainan musik?
Ayolah kawan, jangan bercerai berai dengan kelompokmu. Jangan ingin menang sendiri di dalam kelompok. Jadilah satu kesatuan utuh yang saling menguatkan, jangan berjalan sendiri-sendiri. Kamu harus menutupi kekurangan temanmu, dan temanmu juga menutupi kekuranganmu. Tentukan visi bersama untuk kelompokmu, sehingga setiap anggota punya visi yang sama. Jagalah kebersamaan dan kekompakan di dalam kelompok. Dengan itu, sebuah harmoni yang indah akan tercipta dari dalam kelompok tersebut. Orang lain yang melihat pun akan terinspirasi, dan terpesona oleh keindahannya.
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!
Komentar
Posting Komentar